• Menjual rumah memang susah-susah gampang bagi sebagian orang. Bahkan, sebagian orang harus melakukan ritual atau doa tertentu agar tanah yang akan dijualnya cepat laku. Apapun itu, doa dan usaha adalah kedua hal yang harus dilakukan ketika Anda menginginkan suatu niatan. 

    Mentok Gak Laku-Laku? Inilah Tips Laris Untuk yang Sering Jual Tanah

    Anda harus berusaha melakukan berbagai macam tips agar tanah cepat laku dijual sekaligus berdoa agar usaha yang Anda lakukan menjadi lancar. Dengan melakukan kedua hal tersebut secara seimbang, maka insya Allah tanah yang akan Anda jual akan cepat laku dan mendapatkan pembeli yang tepat. 

    Jika Anda sudah melakukan perencanaan yang matang dan Anda sudah melakukan usaha keras namun tanah Anda juga belum laku, Anda bisa melakukan beberapa tips menarik agar tanah Anda cepat laku. 

    Tips Laris Menjual Tanah Agar Cepat Laku 

    Jika tanah Anda tak kunjung laku juga, Anda tidak boleh putus ada dan ragu untuk membeli tanah. Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini agar tanah Anda cepat laku. 

    Pastikan surat tanah yang Anda miliki legal 

    Agar tanah yang Anda jual cepat laku, maka pastikanlah bahwa tanah yang akan Anda jual memiliki surat tanah yang legal. Surat tanah merupakan salah satu benda berharga yang sangat penting dalam sebuah proses jual beli tanah. 

    Tanah selebar apapun akan sulit untuk dijual jika tanah tersebut tidak memiliki surat tanah yang legal. Harga tanah akan menjadi lebih mahal jika Anda memiliki surat kepemilikan tanah yang jelas dan bersertifikat. 

    Cermati lokasi tanah 

    Hal kedua yang harus Anda lakukan agar tanah Anda cepat terjual adalah mencermati lokasi tanah Anda. Mengapa Anda harus melakukan hal tersebut? Dengan mencermati lokasi tanah, Anda akan mengetahui kelebihan maupun kelemahan dari tanah yang akan Anda  jual. 

    Contohnya saja, ketika Anda memiliki tanah di tempat yang strategis bisa menjadi salah satu hal yang Anda unggulkan ketika akan melakukan promosi penjualan tanah. Tanah biasanya akan laku lebih cepat jika berada di lokasi yang strategis. Lokasi strategis yang dimaksud adalah lokasi yang berada di dekat perumahan atau pun berdekatan dengan fasilitas umum.  

    Keunggulan lain selain berdekatan dengan fasilitas umum adalah ketika Anda memiliki rumah di lokasi yang aman. Lokasi yang aman bisa menjadi hal yang Anda promosikan ketika Anda sedang menawarkan tanah yang akan Anda jual.  

    Dengan adanya kedua keunggulan –keunggulan tersebut, Anda akan cepat menemukan pembeli yang pas. Bagaimanapun juga, pembeli pasti menginginkan tanah yang berdekatan dengan fasilitas umum serta memiliki keamanan yang bisa dipertanggungjawabkan. 

    Berikan informasi dengan sejelas mungkin 

    Berikutnya, Anda harus menjelaskan ataupun memberikan informasi yang sejelas mungkin kepada para calon pembeli. Jangan sampai Anda melewatkan satu informasi pun untuk disampaikan. 

    Anda bisa memberikan informasi dengan menuliskan pada papan nama informasi tanah dekat dengan lokasi tanah yang akan Anda jual. Informasi yang penting untuk diketahui oleh calon pembeli adalah luas tanah serta tulisan tanah dijual. Tuliskan pula informasi kontak yang bisa dihubungi agar calon pembeli Anda mudah untuk menghubungi Anda.  

    Bila perlu, Anda bisa menuliskan tentang harga dari tanah tersebut dalam papan informasi promosi. Namun, Anda harus mempertimbangkan dengan sebaik mungkin harga dari tanah tersebut.  

    Bandingkan harga tanah dengan kondisi tanah 

    Dalam menentukan harga tanah, Anda harus membandingkan dengan kondisi tanah yang Anda miliki. Jangan sampai Anda memberikan harga yang terlalu mahal ataupun terlalu murah. Sesuaikan harga tanah dengan kondisi tanah yang Anda miliki. Pastikan bahwa harga dari tanah tersebut memang layak. 

    Dengan melakukan berbagai tips menarik di atas, maka tanah yang akan Anda jual pun akan menjadi cepat laku. Selain mencoba tips tersebut, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut agar tanah yang akan Anda juga bisa terjual dengan harga yang tinggi 

    Cara Menjual Tanah Agar Laku Dengan Harga Tinggi 

    Agar tanah Anda laku dengan harga yang tinggi, Anda membutuhkan banyak kesabaran. Selain itu, Anda juga harus mengetahui cara-cara menarik berikut ini. 

    Yang beli tanah boleh nyicil 

    Anda boleh menawarkan hal ini kepada calon pembeli Anda. Dengan mencicil tanah, berarti Anda akan memudahkan para pembeli. Pembelian dengan cara dicicil tentu akan menjadikan tanah Anda terjual dengan harga yang tinggi. Namun, Anda harus memperhatikan bahwa penjualan tanah dengan cara dicicil harus menggunakan aturan dan perjanjian yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 

    Survey harga pasaran 

    Menentukan harga tidak hanya ditentukan dari kondisi tanah yang Anda jual. Anda juga harus melakukan survei pasaran di area tanah yang akan Anda jual. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan harga yang pas dan wajar. Pembeli tentu saja akan lebih senang dalam membeli tanah yang harganya wajar dibandingkan dengan membeli tanah dengan harga yang tinggi. 

    Sistem purna jual 

    Anda bisa mempertimbangkan sistem purna jual untuk menarik perhatian pembeli. Anda harus mempersiapkan sertifikat yang lengkap atas nama pembeli tanah Anda. Namun sebelum melakukan hal tersebut, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam membiayai sertifikat tanah. Dengan demikian, Anda tidak akan tekor. 

    Memasang pengumuman 

    Agar tanah Anda cepat laku terjual, maka Anda harus memasang pengumuman. Pengumuman bisa Anda lakukan menggunakan media cetak ataupun media yang lain. Selain itu, Anda juga bisa memasang iklan penjualan rumah Anda melalui website jual beli rumah yang sudah marak digunakan oleh banyak orang. Dengan memasang pengumuman melalui website jual beli tanah, maka jangkauan pembelinya pun akan menjadi lebih luas. 

    Mengatur akses jalan 

    Bagi Anda yang ingin menjual tanah kavling, Anda harus mengatur akses jalan. Biasanya, tanah kavling dijual dalam luas mencapai ribuan meter persegi. Anda bisa memberikan akses jalan dari ujung ke ujung dengan luas minimal mobil bisa masuk. 

    Dengan memberikan akses jalan tersebut, pembeli pun akan menjadi lebih tertarik untuk membeli tanah yang akan Anda jual. 

    Sekelumit cara dan tips di atas bisa menjadi pertimbangan Anda dalam melakukan penjualan tanah biasa ataupun tanah kavling. Jika Anda melakukan langkah- langkah dengan tepat, maka tanah Anda pun akan terjual dengan harga yang lebih tinggi. 


  • Membeli tanah dengan tujuan berinvestasi memang menjadi hal yang sangat menguntungkan. Karena selain memiliki tingkat resiko rendah, harga tanah juga akan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Namun, seringkali karena terburu-buru untuk berinvestasi dan tergiur oleh harga yang murah, seseorang jadi tidak mempertimbangkan banyak hal.

    Kamu Membeli Tanah Bermasalah? Begini Cara Membereskannya

    Naasnya, tanah yang sudah terlanjur dibeli ternyata merupakan tanah bermasalah atau sedang dalam kasus sengketa. Tentu saja, hal tersebut membawa banyak kerugian bagi pembeli. Nah, bagaimana jika hal tersebut terjadi pada Anda? 

    Cara Membereskan Tanah Bermasalah 

    Permasalahan kasus sengketa tanah yang sering terjadi biasanya berupa perbedaan pendapat dalam hal legalitas suatu hak, pemberian hak atas tanah, dan pendaftaran hak atas tanah termasuk peralihannya serta penerbitan tanda bukti haknya. Tenang saja, Anda tetap dapat menangani tanah bermasalah tersebut dengan berbagai cara.  

    Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan sengketa tanah, yaitu melalui jalur mediasi atau negosiasi, dan jalur litigasi atau pengadilan.  

    Penyelesaian sengketa tanah melalui negosiasi atau mediasi 

    Ini adalah penyelesaian yang paling banyak dipilih karena dapat menghemat dana serta waktu. Penyelesaian ini mampu memberikan win-win solution untuk kedua belah pihak. Walaupun ada juga kemungkinan perselisihan karena kedua belah pihak pasti akan mempertahankan pendapatnya masing-masing. 

    Penyelesaian secara mediasi sendiri merujuk pada Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No. 1 tahun 1999 mengenai Tata Cara Penyelesaian Sengketa Tanah. Dan jua mengacu pada Petunjuk Teknis No. 5/JUKNIS/D.V/2007 mengenai mekanisme Pelaksanaan Mediasi yang berada di Badan Pertanahan Nasional.  

    Ada juga penyelesaian melalui arbitrase. Arbitrase adalah cara menyelesaikan suatu sengketa perdata di luar peradilan yang berdasarkan perjanjian arbitrase yang dimuat secara tertulis oleh para pihak yang tengah bersengketa. Cara kerja system ini adalah dengan menyerahkan sengketa kepada pihak ketiga yang dinilai memiliki posisi netral. Pihak ketiga itulah yang nantinya akan memutuskan bagaimana penyelesaian sengketa. Pihak ketiga ini juga disebut sebagai arbitrator.  

    Penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan 

    Penyelesaian ini juga disebut sebagai penyelesaian litigasi. Jika Anda memutuskan untuk menyelesaikan sengketa dengan cara ini, Anda harus menyiapkan sejumlah persyaratan dan dana yang cukup banyak. Menurut pasal 164 Herzien Inlandsch Reglement (HIR), persyaratan sebagai alat bukti sah yang harus Anda siapkan adalah surat, saksi, persangkaan, pengakuan, dan sumpah.

    Atau Anda juga bisa melakukan gugatan kepada tergugat kasus perdata dengan menunjukkan alat bukti yang kuat. Semakin Anda memiliki bukti yang sahih dan kuat, semakin besar peluang Anda untuk memenangkan kasus persengkataan tanah tersebut. 

    Selain dokumen berharga yang harus Anda penuhi, Anda juga harus menyiapkan sejumlah saksi yang mengetahui riwayat pembelian tanah, misalnya saja orang-orang sekitar ataupun pihak Badan Pertanahan Nasional. Sehingga bukti yang Anda miliki akan semakin diperkuat oleh adanya saksi-saksi tersebut.  

    Cara Mendeteksi Tanah Bermasalah Sebelum Membelinya 

    Membeli tanah yang ternyata memiliki sengketa, pasti akan sangat merugikan Anda selaku pembeli. Karena pengalihan hak atas tanah dari penjual kepada pembeli pasti akan terhambat karena harus menunggu sengketa tersebut diselesaikan. Segala bentuk peralihan hak dan izin untuk membangun juga akan dihentikan hingga selesainya kasus sengketa. Tentu, hal-hal tersebut sangat merugikan dan Anda tidak ingin mengalaminya. Karenanya, Anda harus mengetahui cara mendeteksi tanah yang bermasalah. 

    Meminta keterangan ke dinas tata kota setempat 

    Tanah bisa saja bermasalah dalam hal perizinan. Biasanya terjadi pada tanah yang termasuk dalam perencanaan tata kota, misalnya untuk pelebaran jalan, pelebaran sungai, Penyempurnaan Hijau Umum atau PHU, dan Penyempurnaan Hijau Taman atau PHT.  

    Maka dari itu, sebelum kesulitan untuk mengurus izin seperti Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, Anda bisa mendatangi dinas tata kota setempat untuk mengetahui peruntukan perizinan. 

    Memeriksa Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) 

    Bisa juga tanah bermasalah dalam hal kepemilikan. Misalnya saja ada sengketa terkait batas-batas tanah atau tuntutan dari pihak yang berhak atas tanah tersebut, seperti ahli waris atau pemegang sertifikat atas objek tanah yang sama.  

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda harus mengetahui riwayat tanah tersebut sebelum membelinya. Caranya adalah dengan memeriksa Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Dari situ Anda juga bisa mengetahui apakah tanah tersebut dalam keadaan diblokir karena bermasalah, atau sedang dibebani hak tanggungan seperti misalnya sebagai jaminan kredit. 

    Anda perlu memahami segala hukum tentang pertanahan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli tanah. Hal ini untuk menghindari Anda membeli tanah yang memiliki sengketa. Namun, jika Anda sudah terlanjur membeli tanah yang ternyata memiliki sengketa, Anda bisa menyelesaikannya secara non-litigasi berupa negosiasi atau mediasi, atau pun juga secara litigasi, yaitu dengan membawa perkara tersebut ke pengadilan. 


  • Kondisi keuangan seseorang bisa berubah dan kebutuhan dalam hidup pasti akan terus meningkat. Jika saat ini kondisi keuangan Anda tengah stabil, tetap tak ada yang bisa memastikan kondisi keuangan Anda di masa mendatang. Bisa saja hal buruk akan terjadi, atau kebutuhan hidup semakin banyak. Karenanya, Anda harus berinvestasi mulai dari sekarang.

    Tanah atau Emas? Pilih Dengan Cermat dan Cerdas!

    Investasi adalah suatu kegiatan yang diharapkan akan memperoleh manfaat dan keuntungan di masa mendatang. Investasi dapat dilakukan dengan dua hal, yaitu dalam bentuk tanah, ataupun emas. Tentu saja setiap jenis investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

    Kelebihan Investasi Tanah 

    Investasi dalam bentuk tanah bisa berupa banyak hal seperti tanah kosong, sawah, ladang, pekarangan, dan lain-lain. Berikut adalah kelebihan berinvestasi dalam bentuk tanah yang perlu Anda cermati: 

    Harga akan terus meningkat 

    Bukan rahasia lagi kalau harga tanah akan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Jadi, walaupun luas tanah tidak pernah bertambah, namun sudah bisa dipastikan bahwa harga akan terus meningkat dengan sendirinya.  

    Bisa dijadikan sebagai jaminan 

    Kepemilikan tanah bisa digunakan sebagai jaminan ketika Anda melakukan kredit, misalnya. Bank, pegadaian, dan badan perkreditan lainnya akan mau mengakui tanah Anda sebagai jaminan. 

    Memiliki resiko kecil 

    Ketika Anda membeli sebuah tanah, kecil kemungkinan Anda akan mengalami kerugian. Harga tanah bisa dipastikan akan selalu meningkat. Sehingga ketika Anda menjual tanah Anda kembali pun, harga jual yang Anda terima pasti akan melebihi jumlah yang Anda keluarkan untuk membeli tanah. Selain itu, tanah juga bukan sesuatu yang mudah dicuri atau diganti hak kepemilikannya. Sehingga tanah Anda akan aman dan terjaga. 

    Bisa dikelola atau dimanfaatkan 

    Anda bisa memanfaatkan tanah yang Anda miliki untuk lebih menambah keuntungan lagi. Misalnya saja, menanami tanah dengan tanaman cabai atau pohon. Nantinya, ketika panen hasilnya bisa dijual untuk menambah sumber penghasilan. Sehingga tanah Anda tidak hanya untuk investasi di masa mendatang, namun juga sebagai lahan untuk medatangkan rezeki sehari-hari.  

    Kekurangan Investasi Tanah 

    Tentu saja setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pun dengan investasi tanah. Berikut adalah kekurangan investasi tanah yang harus Anda perhatikan: 

    Membutuhkan modal besar 

    Ketika Anda merencanakan untuk membeli tanah sebagai investasi, Anda harus menyiapkan uang yang banyak dulu sebelumnya. Modal yang Anda butuhkan bisa berkisar di antara puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. 

    Lama untuk bisa dicairkan kembali 

    Tanah memang bisa dijadikan sebagai jaminan ketika Anda mengajukan kredit. Namun, tanah tidak bisa diandalkan sebagai sesuatu yang akan segera cair ketika keuangan Anda terdesak. Butuh waktu cukup lama untuk menemukan pembeli yang bersedia membeli tanah Anda. 

    Dikenakan pajak 

    Setiap pemilik tanah diharuskan membayar pajak kepada negara. Karenanya, ketika Anda sudah mantap untuk membeli tanah, Anda juga sudah harus siap dengan kewajiban membayar pajak.  

    Kelebihan Investasi Emas 

    Selain berinvestasi denagan tanah, Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk lain, yaitu emas. Di bawah ini adalah kelebihan yang akan Anda dapatkan jika berinvestasi dengan emas: 

    Mudah cair 

    Ketika kondisi keuangan Anda sedang terdesak, Anda bisa dengan mudah menjual emas untuk mendapatkan uang. Bahkan tidak harus dijual di negara sendiri, melainkan Anda juga bisa menjualnya di negara manapun. Hal ini karena emas memiliki nilai yang sama di seluruh dunia. 

    Dapat dijadikan sebagai jaminan 

    Sama halnya seperti tanah, emas juga bisa menjadi jaminan ketika Anda hendak mengajukan kredit.  

    Tidak membutuhkan modal banyak 

    Jika untuk membeli tanah yang membutuhkan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah, maka tidak begitu halnya dengan emas. Hanya dengan ratusan ribu saja Anda sudah bisa membeli emas untuk dijadikan sebagai investasi. 

    Bebas inflasi 

    Harga emas tidak akan terpengaruh oleh inflasi. Sehingga harga emas tidak akan menurun, melainkan malah akan terus mengalami peningkatan harga dari tahun ke tahun. 

    Tidak dikenakan pajak 

    Pemilik emas tidak akan dikenakan pajak. Sehingga Anda bisa menyimpan asset emas Anda tanpa perlu membayar pajak pada negara.  

    Kekurangan Investasi Emas 

    Di balik semua kemudahan yang Anda dapatkan ketika berinvestasi dengan emas, ada kekurangan yang harus Anda pertimbangkan, di antaranya adalah sebagai berikut: 

    Mudah hilang dan dicuri 

    Emas adalah sesuatu yang ringan dan mudah dibawa. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mengalami resiko pencurian atau kehilangan. 

    Merupakan benda pasif 

    Tidak seperti tanah yang bisa Anda kelola. Emas adalah benda mati yang hanya bisa disimpan atau dijual. Anda tidak bisa melakukan hal apapun untuk menjadikannya sumber penghasilan. Sehingga fungsi emas hanyalah sebagai investasi. 

    Kenaikan harga tidak signifikan 

    Kenaikan harga yang berlipat baru mungkin Anda rasakan dua tahun ke atas. Selebihnya, kenaikan harga emas cenderung lambat. Anda juga tidak memiliki kendali dalam menentukan harga emas. 

    Investasi sangat penting untuk menjadi jaminan banyak hal di masa mendatang. Namun, apakah berinvestasi tanah atau emas? Anda harus mempertimbangkan keduanya secara cermat dan cerdas. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.  


  • Tanah dan properti adalah contoh dari sekian banyak jenis investasi yang Anda pilih. Keduanya memiliki nilai investasi yang tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk masa mendatang. Anda juga bisa menjualnya sewaktu-waktu ketika Anda membutuhkan uang.

    Perbedaan Prosedur dari Jual Tanah vs Jual Properti

    Cara mencairkannya adalah dengan menjual asset tersebut. Namun, sebenarnya prosedur menjual tanah dengan menjual properti itu berbeda lho.  

    Prosedur Menjual Tanah 

    Menjual beli tanah bisa dalam skala luas tanah kavling maupun skala kecil perseorangan. Pada dasarnya, penjualan tanah sangat sederhana. Berikut adalah prosedur dalam menjual tanah yang perlu dicermati betul-betul agar proses penjualan dapat sempurna di mata hokum. 

    Mengajukan Akta Jual Beli (AJB) 

    Hal ini dilakukan ketika antara penjual dan pembeli sudah saling sepakat untuk bertransaksi. Pembuatan Akta Jual Beli (AJB) bisa dibuat melalui kantor PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). PPAT adalah pejabat umum yang telah mendapat persetujuan dan ditunjuk oleh kepala Badan Pertanahan Nasional. Tugas utama dari PPAT ini adalah membuat sekaligus mengesahkan Akta Jual Beli sebagai bukti peralihan hak tanah dari penjual ke pembeli. 

    Pengertian dari AJB sendiri adalah lembar resmi bagi kantor pertanahan / BPN untuk membaliknama sertifikat menjadi nama pembeli. Adapun syarat yang wajib dipenuhi adalah sebagai berikut: sertifikat tanah asli,  Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda selaku penjual beserta milik suami / istri (bila sudah berkeluarga), surat persetujuan suami istri, Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir dan lima tahun sebelumnya, dan Kartu Keluarga. Surat persetujuan suami istri diperlukan karena untuk menghindari adanya persengketaan antar keluarga di kemudian hari.  

    Sedangkan berkas yang harus dipenuhi oleh pihak pembeli adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, dan Kartu Keluarga.  

    Membuat Akta Jual Beli 

    Akta Jual Beli (AJB) dilaksanakan di kantor PPAT. Terdapat beberapa proses pemeriksaan yang harus dilalui. Tahap pertama adalah pejabat pembuat AJB akan mengecek keorisinilitasan sertifikat tanah ke kantor pertanahan. Lalu, mereka akan meminta calon pembeli untuk membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah itu, maka ia tidak berhak mengakui kelebihan tanah di luar batas maksimum. 

    Selain meminta pernyataan dari pembeli, mereka juga akan meminta pernyataan Anda selaku penjual. Anda harus membuat surat pernyataan bahwa tanah yang dijual tidak sedang dalam sengketa. Hal ini karena PPAT akan mengolah untuk membuat AJB jika tanah sedang menjadi lahan sengketa, atau sedang dalam tanggungan bank. Setelah itu, Anda harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5% dari nilai jual. Pihak pembeli pun harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang juga sebesar 5% dari nilai jual. Setelah proses pembuatan AJB selesai, maka kedua belah pihak akan diminta untuk menandatangani akta tanah tersebut.  

    Prosedur Menjual Apartemen 

    Menjual apartemen memiliki kemungkinan lebih besar untuk cepat laku dibandingkan dengan menjual tanah. Tidak heran, karena saat ini apartemen memang dipandang lebih praktis, modern, dan memiliki fasilitas yang lengkap. Selain itu, nilai investasi yang dimiliki sebuah apartemen juga tidak kalah tinggi dengan nilai investasi pada tanah. 

    Pada dasarnya, prosedur menjual apartemen hampir sama dengan menjual tanah. Hanya saja, jika dalam penjualan tanah hanya bisa menggunakan Akta Jual Beli (AJB). Sedangkan pada penjualan apartemen bisa menggunakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Penggunaan PPJB terjadi ketika Anda sudah melunasi apartemen yang hendak Anda jual, namun pihak developer belum mengeluarkan sertifikat. Walaupun begitu, PPJB memiliki nilai hukum yang tak kalah kuat dengan AJB. Lalu, bagaimanakah prosedur menjual apartemen dengan PPJB? Berikut adalah penjelasannya: 

    Mengalihkan PPJB dengan pihak pembeli 

    Jika sebelumnya, PPJB ditandatangani oleh pihak developer, maka kini Anda harus mengalihkan PPJB dengan pihak pembeli. Namun, sebelum melakukan pengalihan, Anda harus mematuhi persyaratan dan ketentuan pengalihan PPJB yang diatur dalam PPJB yang telah ditandatangani oleh Anda dan pihak developer. Dengan beralihnya hak dan kewajiban Anda kepada pembeli, maka posisi Anda dalam AJB akan digantikan oleh pembeli baru. 

    Membayar sejumlah kewajiban 

    Setelah melakukan pengalihan PPJB, Anda akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5% dari jumlah bruto nilai penghasilan hak atas bangunan yang Anda terima dari pembeli. Selain itu, Anda juga harus membayar sejumlah kewajiban lain seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). 

    Perbedaan paling mendasar antara prosedur penjualan tanah dan penjualan apartemen terletak pada jumlah orang yang terlibat. Jika pada penjualan tanah, penjual berhubungan langsung dengan pembeli selama proses penjualan dan pembuatan AJB. Sedangkan pada penjualan apartemen, pihak developer apartemen juga ikut berperan dalam pengambilan kesepakatan. Selain itu, jenis biaya yang harus dibayarkan dalam penjualan apartemen juga lebih banyak daripada penjualan tanah.  


  • Pasti Anda sudah tidak jarang mendengar kasus sengketa tanah dengan orang yang mengaku ahli waris ketika membeli tanah warisan. Pada dasarnya, membeli tanah warisan tidak sama dengan ketika Anda membeli tanah biasa. Ada beberapa proses pemeriksaan tambahan yang harus dilakukan. Karenanya, banyak hal yang mesti Anda perhatikan sebelum membeli tanah warisan agar terhindar dari permasalahan sengketa tanah warisan.  

    Masalah yang Sering Timbul di Saat Terjadi Sengketa Lahan Tanah dari Harta Warisan

    Permasalahan yang Sering Terjadi pada Sengketa Tanah Warisan 

    Permasalahan bisa timbul pada apa dan siapa saja, termasuk salah satunya adalah saat sedang terjadi sengketa lahan dari harta warisan. Berikut adalah sederet permasalahan yang sering timbul: 

    Dokumen tidak lengkap 

    Dokumen yang harus ada dalam sebuah proses jual beli tanah adalah seperti Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Tanah, Surat Wasiat atau Hibah, dan lain-lain. Namun, seringkali dokumen yang ditunjukkan tak memenuhi persyaratan. Misalnya saja, seseorang hanya memiliki surat kuasa umum. Maka hal yang seharusnya dia lakukan hanya untuk kepengurusan, tanpa memiliki kuasa untuk menjual tanah waris.  

    Surat Kuasa tidak ditandatangani oleh semua ahli waris 

    Ketika ahli waris ada lebih dari satu, maka semuanya harus terlibat dalam penandatanganan surat kuasa. Biasanya informasi tentang siapa saja ahli waris bisa diperoleh dari warga, ketua RT, maupun ketua RW. Karena yang biasa terjadi adalah tanah warisan itu dibagikan untuk beberapa orang, sejumlah ahli waris tersebut. Jadi, surat kuasa seharusnya ditandatangani oleh semua ahli waris. Ketika terjadi penjualan tanah pun seharusnya memang dijual oleh ahli waris yang berhak. 

    Tidak bertemu langsung dengan ahli waris 

    Ketika terjadi sengketa lahan, seharusnya penyelesaian dilakukan dengan mempertemukan pihak yang sedang terlibat dalam sengketa dengan para ahli waris tersebut. Jika pertemuan dilakukan secara langsung, maka kesepakatan ataupun persetujuan pasti akan lebih mudah. 

    Lokasi ahli waris dengan objek tanah jauh 

    Hal ini memiliki keterkaitan dengan poin sebelumnya. Ketika terjadi sengketa, namun sang ahli waris tengah berada di lokasi yang jauh dari objek tanah, maka penyelesaian sengketa pasti akan semakin rumit. Apalagi ketika dibutuhkan penandatanganan dan pencapaian kesepakatan.  

    Penyelesaian Sengketa Tanah Warisan 

    Penyelesaian sengketa pada tanah warisan adalah mengacu pada aturan hukum waris yang ada di Indonesia. Berbeda dari penyelesaian sengketa secara perdata biasa, hukum waris memiliki aturannya tersendiri baik menurut hukum perdata barat, hukum Islam, maupun hukum Adat. Berikut adalah jalan penyelesaian yang bisa ditempuh untuk menangani kasus sengketa pada tanah warisan: 

    Diselesaikan dengan cara bermusyawarah 

    Ini adalah cara pertama sekaligus yang paling sering dilakukan oleh phak-pihak yang tengah terlibat dalam persengkataan. Karena penyelesaian dengan cara bermusyawarah itu mengedepankan nilai kekeluargaan dan keharmonisan. Penyelesaian bisa dilakukan dengan mempertemukan para ahli waris. Nantinya, para ahli waris tersebut bermusyawarah hingga mencapai sebuah kesepakatan. Hanya saja, yang menjadi kekurangan pada cara penyelesaian dengan cara ini adalah kemungkinan besar akan dapat terjadi perselisihan karena perbedaan pendapat satu sama lain.  

    Mengajukan gugatan ke pengadilan 

    Jika penyelesaian dengan cara bermusyawarah belum berhasil, cara selanjutnya adalah dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Seperti yang tertera dalam pasal 188 Kompilasi Hukum Islam (KHI) bahwa: “Para ahli waris baik bersama-sama atau perseorangan dapat mengajukan permintaan kepada ahli waris yang lain untuk melakukan pembagian harta warisan. Jika ada di antara ahli waris yang tidak menyetujui permintaan itu, maka yang bersangkutan dapat mengajukan gugatan melalui Pengadilan Agama untuk dilakukan pembagian warisan.” 

    Melakukan prosedur gugatan 

    Hal ini dilakukan jika penyelesaian ditempuh dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Prosedur pertama adalah dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama oleh penggugat selaku ahli waris, atau dapat pula diwakilkan oleh pengacara / advokat. Pengajuan gugatan waris harus disertai dengan bukti kematian pewaris dari Lurah / Kepala Desa, berikut dengan silsilah ahli warisnya. Siapkan juga dokumen lain seperti sertifikat, akta jual beli, dan bukti kepemilikan lainnya. 

    Prosedur selanjutnya adalah melampiri surat gugatan dengan informasi lengkap seputar ukuran tanah, batas tanah, dan tahun pembuatan. Setelah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan, penggugat tinggal menunggu panggilan sidang. Biasanya panggilan sidang disampaikan minimal 3 hari kerja sebelum dilaksanakan.  

    Biasanya, saat pelaksanaan sidang, akan diupayakan untuk mediasi atau mendamaikan para pihak yang terlibat dalam persengketaan. Namun, jika upaya ini gagal, akan diadakan pemeriksaan lanjutan. 

    Ada baiknya, untuk menghindari kasus persengketaan tanah warisan, perencanaan pembagian warisan sudah dilakukan sejak dini. Umumnya, usia ideal untuk merencanakan warisan adalah di kisaran usia 40 – 45 tahun. Lalu, jika hendak membeli tanah yang ternyata itu adalah tanah warisan, sebaiknya Anda harus benar-benar mencari tahu bagaimana riwayat kepemilikan tanah tersebut agar tidak terlibat dalam persengketaan tanah warisan. 

     

      






    Follow articles RSS
    Follow comments' RSS flux